Bandung (ANTARA
News) - Dinas Peternakan Jawa Barat menyatakan unggas mati secara
mendadak terjadi di tujuh wilayah di Jawa Barat, yakni Kota Bandung,
Kota Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Bekasi, Kuningan, Kota Depok, dan
Kabupaten Majalengka.
"Selain Kota Bandung, kematian unggas secara mendadak ini juga
sudah menyebar di enam wilayah lainnya yakni Kota Bogor, Bandung Barat,
Bekasi, Kuningan, Kota Depok dan Majalengka," kata Kepala Dinas
Peternakan Jawa Barat Koesmayadie ketika dihubungi melalui telepon,
Senin.
Ia mengatakan hingga Sabtu (3/3) lalu total unggas yang mati diduga
terjangkit virus H5N1 sebanyak 314 ekor, dan semuanya ayam kampung yang
dipelihara di halaman belakang warga.
Menurut dia, hingga saat ini masih diteliti kemungkinan mutasi
virus H5N1 tersebut karena pada tahun 2011 ada 35.308 ekor kasus
kematian unggasn di Jawa Barat.
Dikatakannya, Dinas Peternakan Jawa Barat juga melakukan rapid
test (tes cepat) terhadap unggas yang mati mendadak tersebut dan
hasilnya menunjukkan positif virus flu burung.
Akan tetapi, kata Koesmayadi, setelah di test polymerase chain
reaction (PCR)nya ke laboratorium ternyata hanya empat yang positif flu
burung.
"Jadi mungkin saja kan ada mutasi virus atau virus lain yang menyebabkan kematian ayam itu," kata Koesmayadi.
Ia mengatakan, untuk memastikan apakah virus yang menyebabkan ayam
mati di tujuh kabupaten/kota tersebut benar-benar terserang virus H5NI,
Dinas Peternakan masih terus melakukan penelitian.
Dijelaskannya, pihaknya juga telah meminta semua tim Pastisipatory
Desease Searcing Response (PDSR) yang ada di 26 kota/kabupaten di
Provinsi Jabar siaga 24 jam.
"Mereka, harus melapor ke Disnak Jabar setiap ada kasus kematian unggas di wilayah masing-masing," kata Koesmayadi.
Kasus flu burung kembali melanda Jawa Barat di awal tahun 2012 ini, kasus terhadiri terjadi di Kota Bandung, Jabar.
Hingga saat ini, dua orang warga Kota Bandung yakni Tuan A (42)
warga asal Jalan Rancasawo Kelurahan Margasari Kecamatan Buah Batu Kota
Bandung dan Tuan SA warga Kampung Mengger Girang, Kecamatan Regol, Kota
Bandung, yang diduga terjangkit flu burung meninggal dunia setelah
mendapatkan perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Bandung.
Menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk lebih waspada atas wabah flu burung.
"Kami berharap, masyarakat lebih waspadai lagi, terutama jika
menemukan unggas peliharaan atau di sekitar tempat tinggalnya mati
mendadak, segera lapor kepada Puskesmas terdekat," kata Kepala Dinas
Kesehatan Kota Bandung Achyani Raksanagara. (ASJ/M00) Source
Tidak ada komentar:
Posting Komentar