Senin, 13 Agustus 2012

Mengisi Malam Ramadan dengan Bola Api



Mengisi Malam Ramadan dengan Bola Api


Liputan6.com, Lebak: Permainan sepakbola api sudah menjadi tradisi di sejumlah daerah saat Ramadan. Ada yang dimainkan pada pagi hari setelah salat subuh, juga ada yang dimainkan malam setelah salat tarawih. Di Cibadak, Lebak, Banten, sepakbola api dimainkan usai salat tarawih.

Meski awalnya mereka ragu-ragu menendang bola, lama-kelamaan terbiasa. Main bola api sama halnya dengan main sepakbola dengan dua tim saling berhadapan. Bola api yang dimainkan bukan jenis bola biasa tapi terbuat dari buah kelapa.

Buah kelapa direndam dengan minyak tanah selama belasan jam baru kemudian dibakar. Karena itu, api yang menempel tidak akan padam sebelum buah kelapa hancur. Bagi remaja Desa Cibadak, main bola api adalah hiburan setelah salat tarawih dan menunggu sahur.

Sebelum bertanding mereka mendapat latihan oleh seorang guru yang memberi selain latihan teknis juga latihan mental-spiritual. Permainan ini tentu bukan sekadar hiburan tapi juga mengajarkan keberanian dan kerja sama tim.

Kendati demikian, main bola api juga tidak mudah. Bagi yang belum memiliki kemahiran disarankan untuk tidak bermain dulu sebelum mendapat latihan dari guru yang sudah ahli.(JUM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar