Musim
panas melanda Jepang. Sengatan matahari yang terik juga membuat Gerai payung
banyak diburu untuk pembelian payungnnya. Kini payung pria juga diciptakan.
Tak hanya wanita yang bisa menggunakan payung atau "higasa" untuk mencegah sengatan sinar Matahari. Penjualan payung penghalang sinar Matahari buat pria semakin laris di sejumlah toko di Jepang.
"Terjadi lonjakan permintaan payung Matahari buar pria sebanyak tiga kali lipat sejak musim panas lalu," kata Mayumi Mio, wanita Juru Bicara di Takshimaya, toko serba ada terkenal di Tokyo seperti dilansir Reuters, Jumat (27/7).
"Kebanyakan dari mereka membelinya untuk bisnis, saat mereka harus pergi ke luar kantor untuk menghadiri pertemuan. Mereka merasa tidak sopan jika mereka muncul untuk bekerja atau mengadakan pertemuan dalam kondisi berkeringat dan kusut-masai akibat udara panas," kata Mio.
Kulit alamiah yang putih telah lama dianggap cantik bagi perempuan Asia, dan pria Jepang juga kian sadar-kulit dalam beberapa tahun belakangan. Namun lonjakan sesungguhnya dalam penjualan terjadi pada musim panas lalu, setelah listrik padam akibat bencana 11 Maret memicu cara baru untuk menghadapi udara panas.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, gabungan sikap bisnis yang formal seperti baju lengan pendek dan tanpa dasi, serta payung Matahari, dapat mengurangi sengatan panas sampai 20 persen, sehingga memberi dampak yang sama dengan orang berjalan di bawah bayang-bayang pohon.
azuhiro Mayatake, generasi keempat yang memiliki dan mengelola tokoh khusus payung Shinsaibashi-Miyatake di Kota Osaka, Jepang barat, merasa tiba waktunya bagi pria untuk bisa membawa payung juga, jika mereka mau.
"Anda sendiri bisa membawanya ke mana-mana," katanya.
Meskipun payung buat perempuan memiliki warga yang lebih cerah --ungu, krem, putih dan merah serta hitam-- payung buat lelaki lebih gelap --biru, abu-abu dan hijau. Payung buat lelaki juga cenderung lebih besar.
Harga payung tersebut bisa berkisar dari 2.000 yen sampai 17.000 yen, tergantung atas rancangan dan bahannya. "Saya percaya kalau saja ada \'dewa payung Matahari\', saya positif \'dewa itu\' takkan membuat perbedaan antara lelaki dan perempuan," kata Miyatake, yang menjual seribu payung setahun.
"Jika pria ingin menggunakan payung Matahari, mereka mesti bisa melakukannya tanpa malu."
Jepang saat ini menghadapi gelombang udara panas yang membuat temperatur di daerah sekitar Tokyo mencapai lebih dari 37 derajat Celsius sampai pukul 13.00 waktu setempat (11.WIB) pada Jumat.
Source
Tak hanya wanita yang bisa menggunakan payung atau "higasa" untuk mencegah sengatan sinar Matahari. Penjualan payung penghalang sinar Matahari buat pria semakin laris di sejumlah toko di Jepang.
"Terjadi lonjakan permintaan payung Matahari buar pria sebanyak tiga kali lipat sejak musim panas lalu," kata Mayumi Mio, wanita Juru Bicara di Takshimaya, toko serba ada terkenal di Tokyo seperti dilansir Reuters, Jumat (27/7).
"Kebanyakan dari mereka membelinya untuk bisnis, saat mereka harus pergi ke luar kantor untuk menghadiri pertemuan. Mereka merasa tidak sopan jika mereka muncul untuk bekerja atau mengadakan pertemuan dalam kondisi berkeringat dan kusut-masai akibat udara panas," kata Mio.
Kulit alamiah yang putih telah lama dianggap cantik bagi perempuan Asia, dan pria Jepang juga kian sadar-kulit dalam beberapa tahun belakangan. Namun lonjakan sesungguhnya dalam penjualan terjadi pada musim panas lalu, setelah listrik padam akibat bencana 11 Maret memicu cara baru untuk menghadapi udara panas.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, gabungan sikap bisnis yang formal seperti baju lengan pendek dan tanpa dasi, serta payung Matahari, dapat mengurangi sengatan panas sampai 20 persen, sehingga memberi dampak yang sama dengan orang berjalan di bawah bayang-bayang pohon.
azuhiro Mayatake, generasi keempat yang memiliki dan mengelola tokoh khusus payung Shinsaibashi-Miyatake di Kota Osaka, Jepang barat, merasa tiba waktunya bagi pria untuk bisa membawa payung juga, jika mereka mau.
"Anda sendiri bisa membawanya ke mana-mana," katanya.
Meskipun payung buat perempuan memiliki warga yang lebih cerah --ungu, krem, putih dan merah serta hitam-- payung buat lelaki lebih gelap --biru, abu-abu dan hijau. Payung buat lelaki juga cenderung lebih besar.
Harga payung tersebut bisa berkisar dari 2.000 yen sampai 17.000 yen, tergantung atas rancangan dan bahannya. "Saya percaya kalau saja ada \'dewa payung Matahari\', saya positif \'dewa itu\' takkan membuat perbedaan antara lelaki dan perempuan," kata Miyatake, yang menjual seribu payung setahun.
"Jika pria ingin menggunakan payung Matahari, mereka mesti bisa melakukannya tanpa malu."
Jepang saat ini menghadapi gelombang udara panas yang membuat temperatur di daerah sekitar Tokyo mencapai lebih dari 37 derajat Celsius sampai pukul 13.00 waktu setempat (11.WIB) pada Jumat.
Source
Tidak ada komentar:
Posting Komentar